Beberapa waktu terakhir ini, kita digemparkan dengan massif nya penyebaran virus covid-19 atau corona. Hal ini tak cuma di Indonesia yang masih terbilang baru terpapar, tapi juga umat manusia di seluruh dunia. Akibat yang ditimbulkan tidaklah remeh, sampai menggoyangkan stabilitas perekonomian dunia hingga pembatasan setiap negara dalam penerimaan tamu asing termasuk pembatasan dan pemulangan jama’ah Umroh ke Makkah.

Dalam pencegahan virus ini, tindakan yang disarankan oleh WHO adalah dengan menjaga kebersihan, sering mencuci tangan dan mencuci wajah, mengenakan masker, tidak menyentuh wajah setelah bersentuhan dengan orang ataupun fasilitas umum dan lain sebagainya, yang pada intinya ialah menjaga kebersihan diri.

Islam sangat memperhatikan soal kebersihan. Bahkan dalam kajian Fiqih, ulasan mengenai kebersihan dibahas sangat banyak dan dalam pembahasan khusus didalam Islam, didasari dari Al-Quran, juga hadits-hadits yang disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Karna dalam ibadah, utamanya Shalat baik shalat wajib maupun sunnah, umat muslim dituntut untuk terlebih dahulu membersihkan diri dari najis/kotoran yang jika tidak, menyebabkan tidak sah nya shalat.

Berwudhu

Dalam hal ini, umat Islam sedari dasar pendidikannya telah diajarkan tatacara berwudhu (membersihkan sebagian anggota badan dengan air sebelum Shalat yg telah diatur tatacaranya dalam Qur’an dan sunnah Rasullulah). Dalam hadits disebutkan “Telah menceritakan kepada kami (Abu Al Yaman) berkata, telah mengabarkan kepada kami (Syu’aib) dari (Az Zuhri) berkata, telah mengabarkan kepadaku (‘Atha’ bin Yazid) dari (Humran) mantan budak ‘Utsman bin ‘Affan, bahwa ia melihat (‘Utsman bin ‘Affan) minta untuk diambilkan air wudhu. Ia lalu menuang bejana itu pada kedua tangannya, lalu ia basuh kedua tangannya tersebut hingga tiga kali. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhunya, kemudian berkumur, memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali, membasuh kedua lengannya hingga siku tiga kali, mengusap kepalanya lalu membasuh setiap kakinya tiga kali. Setelah itu ia berkata, “Aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu seperti wudluku ini…” (HR. Bukhari no. 159). Dari hadits tersebut, dapat lah kita garis bawahi apa apa saja yang dibasuh dalam berwudhu mulai dari mencuci tangan, berkumur, membasuh hidung (istinsyaq), kemudian membasuh wajah, lengan hingga siku, sebagian kepala, dan juga membasuh kaki. Ini juga terdapat dalam Al-Quran:
یا أَیهَا الَّذینَ آمَنُوا إِذا قُمْتُمْ إِلَی الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَکُمْ وَ أَیدِیکُمْ إِلَی الْمَرافِقِ وَ امْسَحُوا بِرُؤُسِکُمْ وَ أَرْجُلَکُمْ إِلَی الْکَعْبَین
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepala dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”(QS. Al-Maidah [5]:6).

Islam telah mengajarkan perihal kebersihan, baik mandi, istinja’ (membersihkan najis/kotoran), dan thaharoh (bersuci) baik dalam kebiasaan menjaga kebersihan sehari-hari dan juga untuk keperluan ibadah (shalat).

Dari banyak penelitian yang telah dilakukan, diantaranya ialah Hasil riset tentang wudhu yang dilakukan oleh Leopold Wemer Von Enrenfels, seorang psikiater dan neurology dari Austria. telah diketahui manfaat berwudhu diantaranya:

  1. Meningkatkan Konsentrasi
    Para pakar saraf (neurologis) telah membuktikan, air wudhu yang dapat mendinginkan ujung ujung saraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki. Berguna untuk meningkatkan konsentrasi pikiran dan menjadikan rileks.
  2. Membantu menguatkan otot wajah. Seperti ketika Anda melakukan gerakan berkumur, pasti membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan dan selaput lendir di mulur. Hal ini baik untuk mencegah berbagai penyakit yang timbul di daerah rongga mulut.
  3. Menjaga Kesehatan Pusat Syarat Tubuh
    Pusat-pusat saraf yang paling peka dari tubuh manusia berada di dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat saraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar.
    Sehingga dengan senantiasa membasuh air segar (wudhu) ke pusat saraf tersebut, berarti senantiasa menjaga dan memelihara kesehatan, serta keselarasan pusat saraf.
  4. Meremajakan Kulit
    Masih berasal dari penelitian yang sama, Anda bisa mendapatkan manfaat wudhu bagi kesehatan yang luar biasa. Wudhu juga membuat seseorang jadi awet muda, karena air yang membasuh wajah ketika berwudhu dapat meremajakan sel-sel kulit wajah, serta membantu mencegah penuaan dini.
  5. Bebas dari kuman jahat
    Kuman jahat mampu tumbuh dan berkembang dimana saja. Bahkan di setiap gagang pintu anda, di atas sprei, uang, maupun di tempat nonton televisi anda merupakan tempat perkembangan kuman yang baik. Oleh sebab itu, anda di haruskan untuk selalu dalam keadaan bersih. Apalagi ketika tidur. Salah satu solusinya adalah dengan wudhu sebelum tidur. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa wudhu mampu mengurangi kuman kuman yang hidup dalam tubuh anda.

Sebagai umat Islam, sekiranya dengan benar-benar menjalankan perintah Allah, menjauhi yang Dia larang, dan menjaga wudhu seperti anjuran Rasulullah, secara alami kita dapat terhindar dari ancaman berbagai penyakit, terutama yang sekarang tengah menjadi momok bagi masyarakat seluruh dunia yaitu covid-19 atau virus corona.

Maka maha sempurna Allah pencipta manusia, yang dengan kesempurnaan ajarannya, perintah dan larangannya adalah semata-mata untuk kebaikan manusia pula. Allahua’lam bishshowab.

(Zein, 16 Maret 2020)

Sumber:
-Al Qur’an Al-karim
-Kitab Bulughul Maram bab wudhu, Ibnu Hajar Al-Asqalani
-https://m.merdeka.com/trending/10-manfaat-wudhu-bagi-kesehatan-baik-untuk-jantung-dan-cegah-kanker-kln.html