Sejak pertama kali diumumkan oleh Presiden bahwa wabah covid-19 sudah memasuki Indonesia, pertama kali terdeteksi pada Senin (2 Maret) Jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah dan angka penyebarannya cukup signifikan. Sampai sejauh ini (27 Maret 2020) sudah ada 893 orang yang terinfeksi. Dari angka ini, kasus aktif/tengah dirawat ada 780 pasien, pasien yang meninggal dunia 78 orang, sementara itu pasien yang dinyatakan sembuh ada 35 orang.

Kepanikan pun muncul ditengah masyarakat diisebabkan cepatnya penyebaran virus ini dan orang yang terinfeksi kian bertambah yang diberitakan baik TV maupun media online baik berita online ataupun social media. Tidak hanya dikota besar, juga merambah kedaerah daerah, desa desa di Indonesia.

Efek dari kepanikan ini pun menjadi penyakit social tersendiri bagi masyarakat. Misalnya saja yang terjadi, pasokan masker (medical mask) yang sekarang malah jadi langka karena terus diburu masyarakat, setelah sebelumnya sebagian masyarakat memborong masker sebanyak banyaknya demi mementingkan keselamatan diri sendiri. Kemudian sama halnya dengan hand sanitizer. Kedua barang ini tiba tiba saja menjadi barang berharga dan langka dipasaran, jikapun ada harga medical mask yang umumnya dijual 30rb – 40rb per kotak mejadi 300-350rb perkotaknya.

Semua tentu takut menghadapi kematian. Apalagi kita yakin bekal kita masih kurang untuk menghadapinya. Namun ada rasa takut akan kematian yang tercela dan ada pula yang tidak tercela. Yang tercela bila rasa takut tersebut didasari akan cinta yang berlebihan pada dunia sehingga melupakan akhirat. Dalam hal ini, sangatlah berkenaan dengan hadits Rasulullah:
…وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
…Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, Syaikh Al-Bani mengatakan shahih kata)

Fokus pada redaksi hadits ini terkait pembahasan kita adalah kata wahn. Makna wahn itu ialah seperti yang disebutkan Rasulullah yaitu “cinta dunia dan takut mati”. Jika kita lihat keadaan sekarang ini, maka apa yang lebih berbahaya dari covid-19 itu sendiri adalah keserakahan manusia disebabkan penyakit wahn tersebut. Alih-alih membantu sesama, orang kebanyakan lebih mementingkan diri sendiri, disisi lain, hal yang sama juga dilakukan distributor yang bukannya mengupayakan bagaimana pasokan masker itu tetap ada, tapi lebih memilih mengambil keuntungan dengan meninggikan harganya berkali lipat. Begitu juga dengan hand sanitizer. Sekalipun mungkin orang bias membuat sendiri hand sanitizer dengan membeli bahan dasarnya, ternyata bahan dasar tersebut pun ikut meroket.

Namun disisi lain, terdapat pula banyak hikmah dibalik wabah yang melanda umat manusia ini (covid-19). Seperti yang kita ketahui sebagai seorang muslim kita memahami bahwa tiada hal yang terjadi melainkan semuanya atas izin Allah azza wa jalla. Dan apa yang terjadi itu tidak ada sesuatu hal pun dibaliknya melainkan pastilah ada hikmahnya.

Pertama dari apa yang telah kita bahas diatas, yaitu masker. Berkaitan dengan ini, sebelum terjadinya wabah covid-19 ini, kita ketahui bahwa niqab/ cadar yang merupakan penutup tambahan yang dikenakan wanita muslim yang benar-benar ingin menjaga diri dari kemaksiatan, selalu disalah artikan, selalu di diskreditkan dan dikaitkan dengan ciri terorisme, na’udzubillah. Apa yang terjadi setelah wabah ini? Dinyatakan bahwa orang yang teraman sebagai lawan interaksi ditengah wabah yang melanda ini adalah mereka yang mengenakan niqab/cadar. Tentu pembalikan keadaan ini adalah melalui kuasa Allah dan hikmah dibalik wabah covid-19.

Kemudian kebiasaan membersihkan diri. Mencuci wajah, tangan, dll. Maka kebiasaan ini tentunya adalah hal yang biasa bagi seorang muslim, yakni berwudhu. Malah, kita sebenarnbya dianjurkan Rasulullah untuk menjaga wudhu sekalipun tidak sedang akan melaksanakan shalat. Maka apa yang menjadi keharusan bagi seorang muslim, tidakcuma sekedar keharusan, semata-mata untuk beribadah, tapi juga mendatangkan manfaat kesehatan bagi yang melakukannya. Maka ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada manusia.

Hikmah lainnya ialah, orang-orang lebih menjaga adab, terutama ketika meludah, bersin, dan batuk. Orang-orang akan sangat berhati-hati ditengah wabah ini ketika mereka batuk/bersin, tidak menutup mulut, ataupun meludah sembarangan. Begitu juga dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun lingkungannya. Ini, merupakan hal yang bagus dan semoga menjadi habit untuk seterusnya.

Selanjutnya juga, berkurangnya polusi udara secara global. Di negara-negara yang memberlakukan system lockdown demi menekan penyebaran covid-19 ini yang notabene nya merupakan negara maju dengan kepadatan dan tingkat polusi yang sangat tinggi, tingkat polusi menurun drastis karna selama beberapa pekan tidak ada/tidak banyak kendaraan yang digunakan manusia sehari-hari yang mengakibatkan polusi. Ini hal yang sangat menarik sebab jika dikaji ulang, sebenarnya polusi global jauh lebih berbahaya dalam jangka Panjang bagi umat manusia.

Saat China menyatakan lockdown terkait penyebaran virus corona yang semakin menjadi-jadi, citra satelit menunjukkan tingkat polusi yang menurun drastis di langit Negeri Tirai Bambu itu. Kali ini, seperti melansir Science Alert, Selasa (17/3/2020), para astronom menunjukkan penurunan emisi nitrogen dioksida di langit Eropa. Mereka menggunakan instrumen Tropomi pada satelit Copernicus Sentinel-5P, astronom mengambil gambar permukaan Bumi yang diambil dari 1 Januari hingga 11 Maret 2020. Gambar tersebut menunjukkan penurunan nitrogen dioksida, yakni emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan asap industri, yang turun secara drastis. “Penurunan emisi nitrogen dioksida di atas Lembah Po di Italia utara sangat nyata,” jelas Claus Zehner, manajer misi Badan Antariksa Eropa ( ESA) Copernicus Sentinel-5P. Zehner mengatakan meski mungkin ada variasi dalam data karena tutupan awan dan perubahan cuaca, namun dia meyakini pengurangan emisi terjadi bersamaan dengan lockdown di Italia. Seperti diketahui, virus corona yang kali pertama mewabah di Wuhan, telah menewaskan ribuan orang. Bahkan hingga saat ini, jumlah korban tewas karena Covid-19 terus bertambah di seluruh dunia. Kendati demikian, menurut, secara konservatif, sangat mungkin nyawa yang diselamatkan secara lokal dari adanya pengurangan polusi akan melebihi kematian akibat Covid-19. Mengingat sejumlah besar bukti bahwa menghirup udara kotor berkontribusi besar terhadap kematian dini.

Hikmah lain ialah kesadaran para perokok akan resiko kesehatannya terkait Covid-19 dan rokok itu sendiri. penelitian yang dilakukan para ilmuan mengatakan bahwa perokok, baik rokok biasa atauupun elektrik jauh lebih rentan terhadap bahaya Covid-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan bahwa merokok merusak sistem kekebalan tubuh, menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi, serta meningkatkan peradangan pada tubuh. Sementara studi lain yang diterbitkan di Chinese Medical Journal dengan melibatkan 78 pasien covid-19, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki riwayat merokok memiliki risiko 14 % lebih tinggi terkena pneumonia atau radang paru-paru – yang menjadi penyakit paling umum setelah terinfeksi covid-19. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk secara konkret menghubungkan merokok dengan covid-19. Namun berdasarkan apa yang sudah diketahui tentang bahaya merokok kiranya masuk akal untuk mengurangi risiko infeksi covid-19 dengan berhenti merokok dan menghisap vape – selain ada banyak manfaat kesehatan lainnya yang didapat.

Demikian pembahasan kita kali ini, mungkin masih banyak hikmah lain dibalik wabah yang sedang menimpa kita sekarang ini, maka hendaknya kita bersabar, dibarengi dengan ikhtiar.
Semoga kita dapat bermuhasabah dan menyadari betapa bahayanya penyakit Wahn, cinta dunia dan takut mati, yang membuat manusia cenderung serakah dan tidak bersyukur. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata’ala, Aamiin.

Wallahu a’lamu bishshowab.

Sumber:
Al-Qur’an Al-karim
https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/17/190300123/dampak-pandemi-virus-corona-pada-lingkungan-polusi-udara-global-turun?
https://mediaindonesia.com/read/detail/297398-awas-perokok-lebih-rentan-terinfeksi-covid-19