Beranda blog Halaman 2

Studi Banding di SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya Jawa Barat 30 Januari 2020

Gerhana Matahari (Pengetahuan Ilmu Sains & Alqur’an)

Al Quran sudah lebih dulu menjelaskan soal kedudukan bumi, bulan serta matahari dalam garis edarnya masing-masing. Soal gerhana matahari cincin — yang salah satunya baru usai pada Kamis, 26 Desember 2019 — juga pernah disinggung Rasulullah SAW pada 27 Januari 632 Masehi atau menjelang awal Zulkaidah tahun 10 Hijriyah.

Terkait kedudukan matahari dan bulan dalam sistem tata surya misalnya, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan dalam Q.S (Ar-Rahman 5)
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Artinya: Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan. 

Dalam peredaran bulan, bumi dan matahari tersebut kemudian terjadilah siang dan malam. Seperti dijelaskan dalam Q.S (Al Fushshilat 37)
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ 
Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sujud (sembah) matahari maupun bulan, tapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya. 

Fenomena terjadinya siang dan malam tersebut merupakan suatu tanda kebesaran Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi. Terjadinya siang dan malam memberi pelajaran terkait kebesaran Allah SWT yang dibuktikan lewat Pengetahuan Ilmu Sains, seperti dalam Q.S (Ali Imran.190-191) yang artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan gerhana adalah tanda kebesaran Allah SWT yang menciptakan matahari, bumi, bulan, dan seisi bumi serta berbagai sistem di dalamnya. 

“Gerhana memberi banyak bukti ada yang mengatur alam ini. Allah SWT yang mengatur peredaran benda-benda langit sehingga bisa digunakan untuk membuat perkiraan. Lewat sains yang menjelaskan seputar gerhana, kita juga bisa belajar lebih dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an,” kata Thomas Djamaluddin. 

#Al-Ammar

Ilmu Pengetahuan dan Alqur’an

Islam adalah agama yang mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama merupakan sesuatu yang saling berhubungan dan melengkapi. Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan sarana untuk mengaplikasikan segala sesuatu yang tertuang dalam ajaran Islam.

Bukti bahwa Islam merupakan agama yang menekankan pengembangan ilmu pengetahuan adalah dengan ditemukan ratusan ayat yang membicarakan tentang petunjuk untuk memperhatikan bagaimana cara kerja alam dunia ini. Tidak kurang dari 750 ayat al-Qur’an memberikan gambaran kepada manusia untuk memperhatikan alam sekitarnya. Selain itu, biasanya ayat-ayat yang membahasnya diawali maupun diakhiri dengan sindiran-sindiran seperti; “Apakah kamu tidak memperhatikan?”, “Apakah kamu tidak berpikir?”, “Apakah kamu tidak mendengar?”, “Apakah kamu tidak melihat?”. Sering pula di akhiri dengan kalimat seperti “Sebagai tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”, “Tidak dipahami kecuali oleh Ulul Albaab”. Demikianlah mukjizat terakhir rasul yang selalu mengingatkan manusia untuk mendengar, melihat, berpikir, merenung, serta memperhatikan segala hal yang diciptakan Allah di dunia ini.
Salah satu ayat Alqur’an yang terkait dengan Ilmu Pengetahuan, (QS. Arrahman 19-20)

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

pada surat ar-rahman ayat 19-20, bahwa Allah telah membiarkan 2 lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, namun keduanya tidak bercampur. Dua lautan yang tidak bercampur ini terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.

Semoga ini menambah Ilmu Pengetahuan Sains Kita terkait dengan kandungan isi Al-Quran.
Allahu ‘alam.
#SMAALAMMAR